Tampilkan postingan dengan label ibadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibadah. Tampilkan semua postingan

4 Hal Yang Perlu Dipersiapkan Untuk Menyambut Ramadhan


4 Hal Yang Perlu Dipersiapkan Untuk Menyambut Ramadhan

 

Waktu memiliki sifat terus berjalan, jam demi jam terus melaju tanpa seorang pun dapat menghentikannya, dan tidak ada satu orang pun diantara kita yang bisa menghentikan waktu walau hanya sedetik.

Tanpa terasa bulan sekarang (dalam kalender Hijirah) sudah memasuki bulan Sya’ban, itu pertanda bahwa bulan depan  kita akan memasuki bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, bulan penuh pahala dan bulan penuh kebaikan.

Bagaimana pun keadaan kita, apakah kita siap atau tidak siap, maka bulan Ramadhan pastilah akan datang, dan tentu beruntunglah orang yang sudah mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan, karena dengan persiapan tentu saja hasilnya akan lebih baik. Berbicara tentang persiapan, apa yang mesti kita persiapkan untuk menyambut Ramadhan. Berikut beberapa persiapan yang harus kita persiapkan, yaitu:

1.    Persiapan Ruhiyah (Keimanan)
Rasulullah saw, mengajarkan kepada kita tentang sebuah do’a menjelang Ramadhan, yaitu:  (ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan usia kami di bulan Ramadhan).
Persiapan secara keimanan berupa pengendalian diri sejak sekarang untuk tidak melakukan maksiat, seperti menjaga pandangan dan lain-lain. Semoga dengan kebiasaan untuk menahan diri pada bulan Sya’ban, akan memudahkan kita menahan diri di bulan Ramadhan sehingga ibadah shaumnya jadi sempurna.

2.    Persiapan Jasadiyah (Jasmani)
Ramadhan adalah bulan ketika kita melakukan kebaikan maka kita akan mendapatkan pahala yang berlipat, ibadah sunnah akan mendapatkan pahala wajib dan pahala ibadah wajib berlipat-lipat, sangat disayangkan ketika tiba bulan Ramadhan dan kita dalam kondisi sakit, maka kita tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pahala yang berlipat. Persiapan fisik bisa dilakukan dengan cara berolah raga secara rutin serta sudah membiasakan diri dengan shaum sunnah.

3.    Persiapan Tsaqafiyah (Keilmuan)
Rasulullah saw, bersabda:”Barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama/contoh) kami, maka ibadah tersebut tertolak” (HR. Muslim).
Memahami tata cara ibadah yang benar, membawa kita meraih pahala, karena apabila suatu aktifitas ibadah tidak ditunjang dengan pengetahuan yang baik, maka ibadahnya akan tertolak atau tidak mendapatkan pahala sama sekali. Persiapan ilmu ini bisa didapat dengan cara membaca atau menghadiri majelis taklim yang membahas tentang Ramadhan/Shaum.

4.    Persiapan Maaliyah (harta)
Persiapan harta yang dimaksud bukanlah persiapan harta untuk buka puasa, tetapi adalah untuk sedekah, karena sedekah di bulan Ramadhan akan mendapat ganjaran yang berlipat-lipat.

Semoga ibadah Ramadhan tahun ini lebih baik dengan persiapan yang lebih matang. Amiin

Ibadah Utama Bulan Sya'ban

Memasuki Bulan Sya’ban Ini Amal Ibadah yang Utama Dilakukan

 

Memasuki bulan Sya’ban pada Kamis (27/4/2017), ada amal ibadah yang utama dan dianjurkan oleh Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada umat Islam. Di beberapa hadist shahih, disebutkan bahwa beliau banyak melakukan puasa pada bulan tersebut.
Berikut ini salah satu hadist yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah radhiallahu ‘anha istri beliau, tentang apa amalan yang banyak dilakukan pada bulan Sya’ban:
Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Bulan Sya’ban adalah bulan dalam kalender Islam atau kalender Hijriyah yang datang sebelum bulan Ramadhan. Pada bulan ini amal-amal ibadah akan diangkat kepada Allah Rabb semesta alam, sehingga akan sangat baik jika saat amal ibadah diangkat itu kaum muslim dalam keadaan berpuasa (kitab Fathul Al Bari).
Ibnul Qayyim pun menjelaskan hal yang senada dalam kitab Hasyiah Ibnul Qayyim, 12/313 seperti berikut:
Sesungguhnya amalan dalam setahun akan diangkat pada bulan Sya’ban sebagaimana yang diberitahulkan oleh Ash-Shadiq Al-Mashduq (Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), dan ia adalah bulan diangkatnya amalan-amalan di dalamnya dan aku suka diangkat amalanku dalam keadaan aku berpuasa” (Hasyiah Ibnul Qayyim, 12/313).
Hikmah lain adalah membiasakan tubuh untuk memasuki bulan Ramadhan saat sebulan penuh umat Muslim harus berpuasa. Jadi bulan Sya’ban Anda bisa sering-sering puasa sehingga sistem pencernaan tak kaget jika sudah masuk bulan Ramadhan nanti.
Adapun waktu yang dianjurkan untuk melakukan puasa Sya’ban adalah di pertengahan bulan yakni tanggal 13, 14, dan 15 atau puasa Ayyamul bidh. Juga puasa Senin dan Kamis, atau puasa Dau yakni sehari puasa sehari tidak. Semoga bermanfaat.
Sunmber sidomi.com C Novita