Tampilkan postingan dengan label cerita keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita keluarga. Tampilkan semua postingan

Hanya dengan Berjualan Dodol di Sekolah-Sekolah, Pria ini Sudah Mampu Membeli Rumah dan Kebun

Hanya dengan Berjualan Dodol di Sekolah-Sekolah, Pria ini Sudah Mampu Membeli Rumah dan Kebun


Berkat kegigihan dan jerih payahnya, Udin akhirnya berhasil meraih apa yang dia inginkan meski banyak orang yang memandang sebelah mata

Rejeki setiap manusia pasti lah sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa jauh sebelum kita terlahir di dunia ini. Namun tentu saja ada banyak jalan yang bisa kita lakukan untuk memperoleh rejeki tersebut. 
Pastinya tidak hanya sekedar mengantongi uang dari hasil usaha saja ya, karena kalau hanya uang tanpa berkah itu namanya sama saja tidak akan berbekas. Maka dari itu kita diwajibkan untuk mencari rejeki yang halal saja.
Mencari yang halal tentu saja adalah hal yang susah-susah gampang untuk dilakukan dan kita juga harus bersabar sampai yang namanya kesuksesan itu menghampiri kita. 
Seperti pepatah yang menyatakan bahwa yang instan itu tak sepenuhnya baik. Jadi selama yang kita lakukan tidak bertentangan dengan norma maupun agama, terus maju saja. Seperti halnya sosok pria bernama Udin yang sehari-harinya mencari rejeki dengan cara berjualan dodol.

Dagangan dodol Udin sangat kuno namun sangat digemari

Kalau ingin sukses dan meraih impian, tentu harus ada harga yang harus dibayar. Salah satunya kita tidak boleh merasa malu atas usaha kita selama itu halal dan menghasilkan. Meskipun harus bekerja menjadi buruh maupun pesuruh, anggap saja itu adalah proses sebelum menjadi seorang direktur. 
Sikap percaya diri seperti itulah yang selama ini tertanam dalam diri Udin si penjual dodol. Di tengah maraknya jajanan modern, laki-laki ini justru tetap setia berjualan satu panganan kuno bernama dodol benang.


Bagi sebagian dari kalian mungkin merasa sangat bersemangat saat mendengar nama dodol benang. Lantaran jajanan ini memang termasuk sangat legendaris dan teman setia banyak orang saat kecil beberapa tahun silam. 

Dodol benang sendiri adalah jenis makanan yang terbuat dari campuran gula putih dan karamel yang masih harus ditambahkan gula. Bentuknya yang seperti benang lah jadi awal mula penamaannya. Cita rasa yang manis dan kesan legendaris inilah yang kemudian membuat dagangan Udin hampir selalu laris dan digemari para pembeli yang mayoritas adalah anak-anak.

 

Udin sudah berjualan dodol selama 10 tahun

Tidak ada yang menyangka memang bahwa si penjual panganan lawas ini bisa mempertahankan si dodol sampai kurang lebih 10 tahun. Kalau dipikir-pikir sih hebat juga ya bang Udin ini, di kala banyak penjual jajanan kuno yang sudah beralih profesi karena tak lagi digandrungi pembeli, tapi dodol benang ini tetap di hati. Mungkin di sini bisa dibilang bahwa Udin pandai merebut hati pasar. 
Dia terus menyajikan cita rasa manis yang disukai pembeli ditambah sedikit adonan kenangan untuk para orang dewasa yang ingin bernostalgia masa kecil.
Sejak pertama memutuskan untuk menjadi pedagang, Udin memang konsisten memilih dodol benang dan tidak menambahkan jenis dagangan lainnya. Biasanya Mang Udin menjajakan dagangannya dengan cara berkeliling di beberapa taman kanak-kanak dan juga sekolah dasar ketika jam istirahat tiba. Namun pria 35 tahun ini sering sekali ‘mangkal’ di daerah SDN Cijujung 3 di Sukaraja, Bogor.

Si dodol benang sudah memberi Udin rumah serta kebun

Bisa dibilang bahwa Udin bukanlah sosok laki-laki yang neko-neko. Hal ini bisa dilihat dari betapa sabarnya dia harus berjual berkeliling ditengah teriknya Bogor hanya untuk mendapatkan uang yang akan diberikan pada keluarga kecilnya. 
Saat ditanyakan mengenai jumlah pendapatan sehari-hari, Udin hanya berkata bahwa hasil berdagang dodol benangnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan juga keluarga.
 Bahkan hebatnya lagi dia sudah mampu membeli rumah serta kebun di kampung halamannya. Sulit dipercaya memang bagaimana bisa hasil berjualan makanan di depan sekolah bisa menghasilkan kebun dan juga rumah. 
Namun kegigihan Udin seakan bisa menjadi jawaban dari pertanyaan tersebut. Pria ini mengaku bahwa sebenarnya ada banyak sekali orang di lingkungannya yang memandang pekerjaan sebagai penjual dodol dengan sebelah mata.
Tapi pria ini terus maju tanpa kenal lelah hingga akhirnya mendapat berkah dari hal yang diremehkan banyak orang itu. Bohong rasanya bila dibilang Udin tidak menemui kendala selama berjualan. Meskipun menurutnya dodol yang dibawa terkadang tidak habis bila masa libur sekolah dan puasa, namun dia tetap bisa bersyukur atas perolehannya sampai saat ini.
Perjalanan Udin ini seakan mengingatkan kita bahwa memang manusia diberi kebebasan untuk mencari rejeki. Namun bila memang kita ingin berhasil, kuncinya adalah percaya diri dan juga sabar. Kita tidak perlu memusingkan pendapat kanan kiri mengenai usaha kita karena yang harus dilakukan hanya bersyukur. Bila kita bisa memaknai setiap tetes keringat jerih payah tersebut, maka percayalah bahwa masa depan yang baik akan menghampiri kita nanti.
 Sumber : Boombastis.com Faradina

Subhannallah,Apa Yang Bisa Kita Banggakan Kalau Tau Yang Dilakukan Bapak Polisi Ini

Subhannallah,Apa Yang Bisa Kita Banggakan Kalau Tau Yang Dilakukan Bapak Polisi Ini. Semoga Yang Membaca & Yang Share Artikel Ini Selalu Mendapatkan Berkah & Ridho Dari Allah SWT AMIN..


Bripka Nurlana namanya, Bhabinkamtibmas Desa Seteluk, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat ini begitu di cintai masyarakatnya. Selain lantaran penampilan serta sikapnya yang agamis, dia begitu perduli dengan lingkungan sekitarnya.

Dalam keseharian tugasnya sebagai polisi, dia senantiasa meluangkan diri menyambangi masyarakatnya dalam program dor to dor syistem (DDS). Selain itu, tiap-tiap usai melakukan pekerjaan, selesai solat maghrib dia masihlah meluangkan diri mengajar ngaji pada anak-anak di kampungnya.

Tidak cuma itu yang dikerjakan polisi teladan ini.Ada seseorang nenek tua jompo yang hidup sebatangkara di kampung tempatnya bertugas, dia urusi keperluan setiap harinya hingga memandikannya.
 
Tidak sampai di situ. Di salah satu dusun dari desa yang  
dibinanya, ada seoarang wanita bernama Maryani (35) mengalami cacat bawaan sejak lahir, Bripka Nurlana senantiasa menyempatkan waktunya menyambangi untuk sebatas lihat kondisi serta memberi motifasi dan semangat untuk tetaplah bersabar dalam menerima anugerah yang diberikan Tuhan yang maha kuasa.

Bripka Nurlana memiliki sambilan menanam jagung di sebidang tanah yang awalannya ia sewa. Hasil usahanya sedikit untuk sedikit ditabung hingga memiliki tempat tanam sendiri.

Saat ini dia memiliki gagasan untuk menghibahkan beberapa tempat yang dimilikinya itu untuk bangun masjid untuk orang-orang Desa Seteluk Atas lantaran orang-orang desa itu sampai saat ini belum memiliki masjid sendiri.
 
Tanah seluas 1. 225 mtr. persegi bakal dibangunkan masjid seluas 600 mtr. persegi berlantai dua, ditambah akses jalan menuju tempat masjid itu juga bakal dibangunnya.

Dihubungi lewat telpon, Kamis (29/9) Bripka Nulana mengakui bila hal itu telah lama ia cita-citakan dan pada akhirnya bakal segera terwujud.

“InsyaAllah minggu depan kita akan menandatangani surat hibah lalu kemudian pembangunan masjidpun kita mulai” ujarnya. (ddt)
 

Istri yang Memiliki Suami Tukang ‘Ngambek’


Buat Istri yang Memiliki Suami Tukang ‘Ngambek’, Ini Dia Solusinya!

 


Rasulullah memerintahkan umatnya untuk saling melengkapi satu dengan lainya yaitu antara insan lelaki dengan perempuan dalam mahligai pernikahan. Karena beliau bercita-cita makin lama umat muslim semakin banyak, karena itu lelaki yang sudah dewasa disunnahkan untuk segera menikah dan mempunyai keturunan yang sholeh dan sholehah.
Tujuanya satu, yaitu menguatkan syariat Islam. Agama untuk semua umat yang mengajarkan kebaikan dalam setiap sendi kehidupan baik antara manusia sendiri maupun dengan sang Pencipta.
Namun membangun biduk rumah tangga memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Menyatukan dua manusia dengan dua kepribadian jelas bukan perkara gampang. Inilah yang membuat pernikahan terasa sulit dijalani bila tidak disertai ikatan cinta dan komitmen yang kuat.
Salah satu masalah yang sering ditemukan ialah kondisi karakter masing-masing pasangan yang berubah tiga ratus enam puluh derajat setelah menikah dan hidup bersama. Misalnya, perangai mudah marah, mudah cemburu, super sensitif dan cuek.
Seperti yang diungkapkan oleh Elly Nagasaputra, MK, CHt, konselor pernikahan di konselingpernikahan.com. Menurut Elly, setidaknya ada tiga faktor penyebab suami mudah marah dan super sensitif yang harus Anda ketahui.
Selain memaparkan tiga faktor penyebab pasangan mudah marah, Elly juga memberikan tips mengatasi suami pemarah yang kerap Anda temukan sehari-hari sebagai pasangan hidup.
Berikut 3 faktor penyebab suami mudah marah dan super sensitif dan solusi mengatasinya dilansir dari nova.grid.id,

1. Sifat dan Karakter Asli

Boleh jadi perangai doyan marah dan mudah tersinggung atau moody yang ditunjukkan pasangan sebenarnya merupakan sifat aslinya.
Mungkin ketika masa pacaran, ia tampak baik, sabar, pemaaf dan sebagainya. Wajar saja karena ia berusaha menunjukkan sikap terbaik pada sang pujaan hatinya.
Nah, begitu menikah, setelah beberapa waktu kemudian, tampaklah “wujud” sebenarnya. Jadi selama ini yang ditunjukkan adalah kepura-puraan semata.
Tak mudah memang mengubah karakter asli, apalagi bila sudah dewasa. Menjadi sebuah tantangan yang rumit bagi pasangan apalagi bila diketahui sifat aslinya setelah beberapa tahun menikah. Dulu kok terlihat baik, sekarang mudah tersinggung dan sensitif.
“Dalam hal ini, pasangan harus mampu menempatkan diri sebagai partner yang bisa membantu mengurangi pemicu yang membuat ia jadi super sensitif.”
Jadi, yang mungkin bisa dilakukan adalah mencoba meminimalisasi potensi ia “meledak”. Misalnya, kita tahu bahwa pasangan cenderung orang yang on time. Jadi, begitu suami sudah siap berangkat pergi tapi kita masih belum kelar dandan, bisa saja ia jadi marah.
Contoh lain, istri cenderung rapi menata isi rumah, tapi begitu suami dengan santai meletakkan koran tidak pada tempatnya, bisa saja istri ngamuk.
“Maka sebagai solusinya kita perlu sensitif atas sifat, karakter ataupun kepribadian pasangan. Ketahui hal-hal apa saja yang bisa memicu ia menjadi bersikap supersensitif. Dengan begitu, kemungkinan konflik rumah tangga lantaran perubahan sikap ini semoga tak terwujud nyata,” ujar Elly.
Kemudian, perlu ada pemahaman bersama bahwa pasangan juga harus berusaha menurunkan tingkat atau kadar sensivitasnya. Walaupun tidak berarti mengubah total kepribadiannya, setidaknya dapat menurunkan derajat sensitivitasnya.

2. Pengaruh Eksternal

Adanya pemicu dari luar lingkungan bisa juga menyebabkan seseorang menjadi supersensitif. Boleh jadi sifat asli pasangan memang tak mudah marah, kalem, atau pada dasarnya baik. Akan tetapi, ketika ia menghadapi tekanan dari luar secara bertubi-tubi, mungkin saja ia menjadi super sensitif.
Contoh lain adalah ekspektasi yang tak sesuai dengan kenyataan. Mungkin seorang istri berharap suaminya memberi perhatian lebih, berbagi mengurus anak dan sebagainya.
Akan tetapi, kejadian tak sesuai harapan. Usai pulang kerja, suami kecapekan dan langsung tidur. Nah, istri jadi sensitif karena harapannya tak terwujud. Yang terjadi, istri jadi uring-uringan dan akhirnya memicu pertengkaran dengan pasangan.

“Ketika pasangan menjadi super sensitif, kita coba untuk duduk bersama. Luangkan waktu untuk membicarakan hal ini. Katakan dengan jujur bahwa sikap pasangan akhir-akhir berubah menjadi super sensitif. Tanyakan apa yang menjadi akar persoalannya, apakah tekanan pekerjaan yang terlalu berat dan sebagainya. Bila sudah diketahui akar masalahnya, selanjutnya bisa dicari jalan keluarnya berdua,” paparnya.
Begitupun bila pemicunya adalah faktor ekonomi atau finansial. “Masalah keuangan sangat mungkin membuat seseorang menjadi super sensitif.” Apalagi pria sebagai kepala rumah tangga dituntut untuk mampu memenuhi kebutuhan keluarga.
Sebaliknya, ketika kondisi perekonomian tidak memadai, yang terjadi adalah kerisauan yang berujung pada konflik dengan pasangan. Karena itu, perlu duduk bersama untuk membicarakan akar masalahnya dan mencari solusi.
Misalnya, apakah ada pos-pos pengeluaran yang perlu dihemat, apakah perlu mencari penghasilan tambahan, atau bahkan pindah tempat kerja untuk mendapat gaji yang lebih tinggi.
“Jadi, intinya duduk bersama, temukan akar masalah dan berusaha mencari solusi. Terkait masalah ekonomi ini, suka tak suka tentu harus dihadapi berdua. Apakah menurunkan derajat kehidupan, tidak lagi naik mobil tapi bus, misalnya. Jadi, kalau tidak dengan kepala dingin, ujung-ujung berantem terus dan pasangan masing-masing jadi supersensitive,” saran Elly pada tabloidnova.com seputar tips mengatasi suami pemarah.

3. Faktor Kombinasi

Pasangan menjadi super sensitif lantaran dua faktor, yaitu memang dasarnya berkarakter sensitif sekaligus ditambah ada pemicu lain di luar dirinya.
Untuk menangani hal ini tentu perlu diupayakan penanganan yang kombinasi juga masing-masing seperti yang sudah diuraikan di atas.
Sumber: wajibbaca.com

Pria Ini Rela Jual Mobilnya Seharga Rp 300

Salut! Pria Ini Rela Jual Mobilnya Seharga Rp 300, Alasannya Bakal Bikin Kamu Melongo !!!

 

Kuan Chee Heng adalah seorang pria asal Malaysia yang dikenal sebagai aktivis sosial yang dicintai banyak orang.
Bagaimana tidak, Kuan kerap melalukan aksi donasi untuk banyak orang.
Ia terkenal berkat aksi 10 sen dimana ia menyediakan pelayanan dan barang rumah tangga untuk masyarakat miskin Malaysia yang dijual dengan harga 10 sen atau sekitar Rp 300.
Dia juga dikenal sebagai perantara bagi para dermawan yang ingin membantu orang tak mampu.
Aksinya yang sempat viral adalah saat ia membantu seorang pria bernama J Senthil Kumar.
Kumar adalah seorang analis saham yang setahun lalu ingin menjual mobil tua Proton Iswara.
Namun, saat mendatangi sebuah dealer mobil, ia diberi tahu bahwa mobilnya hanya laku dijual RM 2 ribu atau sekitar Rp.6 juta, melansir Worldofbuzz.
“Aku tidak menjualnya di dealer setelah tahu itu hanya laku RM 2 ribu.
Aku sebenarnya agak ragu untuk menjual mobil berusia 14 tahun mengingat jasanya selama hidupku.
Pada saat itulah aku punya pikiran untuk mendonasikan mobilkupada orang yang sangat membutuhkan,” ungkap Kumar.
Teman Kumar akhirnya memberikan saran agar dirinya memberikan mobil tersebut pada Kuan.
Sebab, pria tersebut bisa mencarikan orang yang paling membutuhkan.
Kumar awalnya tak tahu siapa yang akan membeli mobilnya, hingga Kuan mengenalkannya pada seorang perempuan yang menerima mobilnya.
Ternyata perempuan tersebut bernama Rohaya Md Isa.
Rohaya adalah seorang istri yang baru saja kehilangan suaminya dan dia kini tengah berjual melawan kanker.
Rohaya harus membesarkan 5 anaknya dalam keterbatasan.
Sebelumnya, Rohaya bepergian menggunakan motor, membuatnya kepanasan dan kehujanan.
Namun, usai menerima mobil dari Kumar, kini ia bisa pergi dengan lebih nyaman.
Rohaya mengaku sangat bersyukur dan terharu dengan kebaikan Kumar.
Meski keduanya berasal dari ras berbeda, ia menganggap Kumar memiliki hati yang sangat baik.
Kumar sendiri sudah memastikan mobilnya dalam keadaan baik sebelum diberikan pada Kuan.
“Tak masalah jika dia dari Malaysia, aku akan tetap membantu yang membutuhkan.”
Menurut Kumar, jika seseorang berniat membantu orang lain, mereka tak harus melihat ras atau agama.
Sudah seharusnya manusia memantu yang lebih membutuhkan.
Kumar juga mengatakan bahwa seseorang sebaiknya melihat orang lain sebagai manusia, bukan hanya dari ras, agama dan kepercayaan.
Kumar memang awalnya ingin memberikan mobilnya secara cuma-cuma.
Namun, kini ia menerima uang RM 10 sen sebagai kenang-kenangan.
Salut!
Sumber: tribunnews.com

Kakek Nikahi Gadis 16 Tahun

Viral, Foto Kakek Nikahi Gadis 16 Tahun Jadi Perdebatan Netizen

© Facebook.com/Isdar Syam

 

Belum lama ini, seorang mantan Wakil Walikota Parepare, Tajuddin Kamisi yang berusia 70 tahun kedapatan menikahi seorang gadis berusia 25 tahun. Pernikahan tersebut menghebohkan publik karena jumlah mahar yang diperkirakan mencapai Rp 1 Miliar. Belum selesai kehebohan yang ditimbulkan oleh pernikahan beda usia tersebut, kini ada lagi kisah seorang kakek yang menikah dengan gadis.
Kali ini seorang pengguna Facebook asal Makassar, Isdar Syam, membagikan foto-foto pernikahan seorang kakek bernama Bang Nanring yang telah berusia 53 tahun. Kakek satu ini tampak bahagia setelah mempersunting seorang gadis bernama Megawati yang baru menginjak usia 16 tahun.


Pernikahan kakek berusia 53 tahun dengan gadis belia yang masih berusia 16 tahun ini jadi perdebatan netizen © Facebook.com/Isdar Syam
Foto yang diunggah pada Selasa (25/04) lalu ini lalu menjadi viral. Hingga kini foto tersebut telah lebih dari seribu kali dibagikan dan menuai hampir 300 komentar. Namun dari sekian banyak komentar, para netizen justru iba terhadap si gadis belia.
Menurut netizen, gadis yang dipinang oleh kakek Nanring tersebut terlihat sedih dan tidak bahagia. Tampak jejak air mata di foto gadis yang menikah mengenakan kebaya berwarna jingga tersebut. Di sisi lain, sebagian netizen justru berpendapat bahwa gadis tersebut menangis bahagia.

gadis remaja yang dipinang kakek Nanring karena tampak menangis © Facebook.com/Isdar Syam
Belum diketahui secara pasti apakah pernikahan beda usia ini dikehendaki oleh kedua belah pihak atau sebaliknya. Sebab menurut keterangan yang terdapat di foto, pengunggah Isdar Syam hanya mendoakan mempelai untuk membentuk keluarga yang sakinah.
Pernikahan Bang Nanring dan Megawati ini pun diadakan kecil-kecilan dan hanya melibatkan keluarga dekat saja. Tidak tampak adanya resepsi mewah atau mahar bernilai besar seperti yang dilakukan oleh Tajmuddin yang menikah akhir pekan lalu. Well, bagaimana pendapat KLovers tentang maraknya pernikahan beda usia ini? Bagikan pendapat kalian di kolom komentar ya!
 kapanlagi.com reporter : Agista Rully

pria ini diceraikan istri dan dicukur gundul

Baru 3 jam menikah, pria ini diceraikan istri dan dicukur gundul

©Gulf News

Rubana Parveen, gadis 18 tahun asal Desa Chandwa, sebelah selatan India Rabu lalu menikahi pria bernama Mumtaz Ansari, 26 tahun.

Setelah mengadakan resepsi pernikahan, sesuai tradisi India, mempelai pria boleh mengajukan mahar atau maskawin kepada keluarga mempelai wanita. Saat itu Ansari meminta mahar sebuah sepeda motor yang mahal. Padahal sebelum menikah, ayah Parveen, Bashiruddin Ansar, 58 tahun, seorang pemilik sebuah hotel, sudah membelikan Muntaj sebuah sepeda motor. Tapi rupanya Muntaj tidak puas dan meminta motor yang lebih bagus dan mahal.

"Orang-orang bilang kepada dia (Ansari) untuk tetap tetang dan mereka berusaha meyakinkan dia buat menerima apa yang sudah diberikan. Tapi dia mengancam akan pulang tanpa istri barunya. Ayah kedua mempelai kemudian adu mulut cukup alot," kata seorang saksi, seperti dilansir Gulf News, Kamis (27/4).

Akhirnya Rubana memutuskan ingin memanggil seorang qazi atau hakim dan dengan dengan dukungan keluarganya dia mengajukan talak. Ayah Parveen kemudian meminta keluarga Mumtaz mengembalikan seluruh hadiah dan mahar yang sudah diberikan.

Keluarga Mumtaz lantas merasa sangat malu dan menulis surat permintaan maaf dan berjanji mengembalikan semuanya.

Warga desa sangat marah dengan kelakuan Mumtaz sehingga dia dihukum memakai kalung dari sepatu dan dipasangi tulisan "Saya serakah dengan maskawin". Warga juga kemudian mencukur habis rambut Mumtaz dan kakak laki-lakinya.

Masih di hari yang sama, malam itu ayah Parveen kemudian mencarikan lelaki yang mau menikahi putrinya. akhirnya dia menghubungi keluarga Muhammad Elias, 25 tahun yang tinggal sekitar 25 kilometer dari desanya dan mengatur pernikahan tersebut.

Malam itu juga pesta pernikahan Parveen dan Elias berlangsung sesuai yang direncanakan.

"Saya tidak menyesal dengan apa yang sudah terjadi. Saya bahagia putri saya tidak harus menikah dengan pria serakah. Dia sekarang bahagia dengan pernikahannya dan saya mendoakannya," ujar Bashiruddin. [pan]

Reporter Merdeka.com : Pandasurya Wijaya

Baca artikel lainnya...